buka jam 08:00 s/d 17:30 WIB
021-5561823 / 021-55952426
081298792299 / 0816942014
081298792299

suryaera@yahoo.com
Menu

BELL`S PALSY, Akibat Semburan Angin AC

Sunday, March 22nd 2015.

BELL`S PALSY, AKIBAT SEMBURAN ANGIN AC

semburan angin ac

Sudahkah Anda mendengar penyakit yang bernama BELL’S PALSY ?

Ada seseorang yang merasakan hidupnya sehat sehat saja tapi tiba tiba di suatu pagi saat bangun tidur, mendadak dia merasa bahwa wajahnya tidak bisa gerak sama sekali. Dia berpikir terkena stroke ringan. Setelah diperiksa gula darah, kolesterol & tekanan darahnya ternyata hasilnya normal. Tapi setelah didiagnosa lebih lanjut ternyata dia terkena serangan yg namanya BELL’S PALSY.

Penyakit ini mengakibatkan muka agak ketarik sedikit atau mungkin orang menyebutnya Muka Menyon. Sindrom Bell’s Palsy yang menyerang saraf wajah, menyebabkan kelumpuhan otot-otot salah satu sisi wajah, sehingga wajah menjadi asimetris, karena salah satu sisi wajah tampak melorot atau mencong.

Berbeda dengan stroke, kelumpuhan pada sisi wajah ditandai dengan kesulitan menggerakkan sebagian otot wajah, seperti mata tidak bisa menutup, tidak bisa meniup, dsb. Atau dalam bahasa mudahnya, Bell’s Palsy adalah suatu kelainan pada saraf wajah yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan tiba-tiba pada otot di satu sisi wajah.

Bell’s Palsy mengenai sekitar 40.000 orang di Amerika setiap tahunnya. Hal ini terjadi pada hampir 1 banding 65 orang selama hidupnya. Penyakit ini lebih sering mengenai orang dewasa muda dan orang Jepang memiliki insiden yang sedikit lebih tinggi dari kondisi seperti ini. Bell’s palsy adalah penyebab paling sering dari paralisis (kellumpuhan) wajah dan salah satu gangguan neurologi yang paling sering yang melibatkan saraf wajah.

Penyebab dari Bell’s Palsy tidak diketahui, tetapi diduga terjadi pembengkakan pada saraf wajah sebagai reaksi terhadap infeksi virus, penekanan atau berkurangnya aliran darah.

Selain itu, kelainan ini dapat menyerang pada orang-orang yang :

1. Terlalu lama berada di dalam ruang ber-AC.
2. Terkena semburan AC / kipas angin langsung ke wajah.
3. Mengendarai motor tanpa helm yang menutup wajah dengan rapat.
4. Mandi air dingin di malam hari.

Bell’s palsy terjadi secara tiba-tiba.

Beberapa jam sebelum terjadinya kelemahan pada otot wajah, penderita bisa merasakan nyeri di belakang telinga. Kelemahan otot yang terjadi bisa ringan sampai berat, tetapi selalu pada satu sisi wajah. Sisi wajah yang mengalami kelumpuhan menjadi datar dan tanpa ekspresi, tetapi penderita merasa seolah-olah wajahnya terpuntir.

Sebagian besar penderita mengalami mati rasa atau merasakan ada beban di wajahnya, meskipun sebetulnya sensasi di wajah adalah normal. Jika bagian atas wajah juga terkena, maka penderita akan mengalami kesulitan dalam menutup matanya di sisi yang terkena. Kadang penyakit ini mempengaruhi pembentukan ludah, air mata atau rasa di lidah.

Posisi tubuh yang sering terkena semburan AC secara langsung mengakibatkan terjadinya peradangan saraf ke-7 yang letaknya ada dari belakang telinga sampai ke leher.

Untuk itu, disarankan mulai sekarang lindungi leher anda dengan syal atau jangan duduk di spot yg terkena langsung angin AC; jangan arahkan semburan angin AC langsung ke tubuh dan muka.

BELL’S PALSY DISEASE ini bisa juga menyebabkan angin duduk / masuk angin ke jantung ( akibat lainnya bisa mendadak meninggal ) atau kena paru-paru basah.

Bell’s Palsy dapat terjadi pada semua golongan usia, baik pria maupun wanita. Pada kebanyakan orang, kelumpuhan saraf tersebut bersifat sementara, yakni selama beberapa hari hingga beberapa minggu, serta dapat kembali pulih setelah kurang lebih 6 bulan. Walaupun demikian, ada juga beberapa kasus dimana kelumpuhan saraf wajah tersebut terjadi secara permanen seumur hidup.

Gejala Bell’s Palsy secara umum:

  • Terjadi secara tiba-tiba, berupa kelumpuhan ringan sampai total pada salah satu sisi wajah, menyebabkan pasien sulit tersenyum atau menutup salah satu kelopak mata
  • Wajah melorot menjadikan wajah sulit berekspresi
  • Dapat terjadi rasa nyeri di sekitar rahang atau di belakang telinga pada salah satu sisi wajah yang terpengaruh
  • Sensitivitas terhadap suara akan meningkat pada sisi wajah yang terpengaruh
  • Kadang timbul nyeri kepala
  • Penurunan kemampuan indera pengecap pada sisi yang lumpuh
  • Penurunan jumlah air mata dan liur yang diproduksi pada sisi yang terkena
  • Pada beberapa kasus, Bell’s Palsy dapat mempengaruhi saraf kedua sisi wajah, walaupun hal tersebut jarang terjadi.

 

Pencegahan yang disarankan agar Bell’s Palsy tidak mengenai kita dapat ditempuh cara-cara sebagai berikut :

1. Jika berkendaraan motor, gunakan helm penutup wajah full untuk mencegah angin mengenai wajah.

2. Jika tidur menggunakan kipas angin, jangan biarkan kipas angin menerpa wajah langsung. Arahkan kipas angin itu ke arah lain. Jika kipas angin terpasang di langit-langit, jangan tidur tepat di bawahnya. Dan selalu gunakan kecepatan rendah saat pengoperasian kipas.

3. Jika ruangan menggunakan AC, Jangan biarkan semburan angin AC langsung mengenai Tubuh. Pakailah Akrilik AC untuk menahan semburan angin supaya tidak menganggu kesehatan tubuh serta kualitas tidur tetap terjaga.

4. Kalau sering lembur hingga malam, jangan mandi air dingin di malam hari. Selain tidak bagus untuk jantung, juga tidak baik untuk kulit dan syaraf.

5. Bagi penggemar naik gunung, gunakan penutup wajah / masker dan pelindung mata. Suhu rendah, angin kencang, dan tekanan atmosfir yang rendah berpotensi tinggi menyebabkan Anda menderita Bell’s Palsy.

6. Setelah berolah raga berat, JANGAN LANGSUNG mandi atau mencuci wajah dengan air dingin.

7. Saat menjalankan pengobatan, jangan membiarkan wajah terkena angin langsung. Tutupi wajah dengan kain atau penutup. Takut dibilang “orang aneh”? Pertimbangkan dengan biaya yang Anda keluarkan untuk pengobatan.

 

 

sumber : dari berbagai sumber

Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)
Best Seller
Rp (Hubungi CS)
Rp (Hubungi CS)

Cari Produk

Pengiriman